BGN JelaskanTerkait Dana Rp6 Juta per Hari untuk 24 Ribu SPPG, Begini Penjelasan BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Dadan Hindayana (dok. bgn.go.id)

Ranahkita.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memaparkan alasan di balik pemberian dukungan dana sebesar Rp6 juta per hari kepada 24 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

Jika dihitung secara bulanan, setiap SPPG menerima sekitar Rp144 juta. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari strategi pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) secara nasional.

Kemitraan Dinilai Lebih Hemat Biaya

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pendekatan kemitraan dipilih karena lebih efisien dibandingkan apabila pemerintah harus membangun dan mengelola seluruh fasilitas secara mandiri.

Menurutnya, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, pemerintah tidak perlu menanggung seluruh biaya pembangunan infrastruktur dari awal. Model ini juga mempercepat penyebaran layanan hingga menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Saat ini, puluhan ribu SPPG telah beroperasi dari wilayah barat hingga timur Indonesia sebagai bagian dari implementasi program tersebut.

Faktor Waktu Jadi Pertimbangan Utama

Selain efisiensi anggaran, BGN juga menilai kecepatan pelaksanaan menjadi faktor krusial. Program berskala nasional memerlukan percepatan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Dadan menekankan bahwa waktu merupakan sumber daya yang tidak dapat diulang. Karena itu, strategi kolaborasi dipilih agar pembangunan dan operasional layanan dapat berjalan paralel tanpa harus menunggu proses pembangunan fasilitas baru yang memakan waktu panjang.

Target Nasional dan Anggaran 2026

Pada 2026, pemerintah menargetkan program Makan Bergizi dapat menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat.

Untuk mendukung target tersebut, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp355 triliun. Rinciannya terdiri dari Rp268 triliun yang dialokasikan dalam pagu APBN serta Rp67 triliun sebagai dana cadangan.

BGN menegaskan bahwa percepatan pembangunan layanan dan penguatan kemitraan akan terus menjadi strategi utama guna memastikan program berjalan tepat waktu dan berkelanjutan.
Lebih baru Lebih lama