Menlu Sugiono Bahas Palestina dan Peran Indonesia di Dewan Perdamaian saat Bertemu Sekjen PBB di New York

Menteri Luar Negeri Sugiono bertemu Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. (Foto: Kemlu)

NEW YORK – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melakukan serangkaian pertemuan penting di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, awal pekan ini. 

Agenda tersebut mencakup diskusi dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres serta Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, terkait perkembangan situasi di Palestina dan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

Dalam pertemuan dengan António Guterres, Sugiono menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya berpijak pada Piagam PBB, prinsip solusi dua negara (two-state solution), serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).

Board of Peace sendiri merupakan bagian dari kerangka besar penyelesaian konflik Gaza yang dikenal sebagai Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap). Badan ini dirancang untuk mengawasi proses administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik.

Menurut Sugiono, keterlibatan Indonesia bertujuan memastikan mekanisme BoP berjalan selaras dengan mandat PBB dan memperkuat upaya multilateral yang sudah ada.

Di sisi lain, Guterres menyampaikan apresiasi atas konsistensi Indonesia dalam mendukung penyelesaian damai isu Palestina. Ia juga menyoroti keprihatinannya terhadap perkembangan situasi di Tepi Barat yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional dan sejumlah resolusi PBB.

Dalam dialog tersebut, Sugiono kembali menegaskan bahwa Indonesia memandang sistem multilateral sebagai fondasi utama dalam menjaga perdamaian global dan menegakkan hukum internasional.

Ia juga menginformasikan rencananya menghadiri Sidang Dewan Keamanan PBB pada 18 Februari 2026 yang membahas dinamika Timur Tengah, khususnya Palestina.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berpartisipasi dalam pertemuan Board of Peace di Washington D.C. Pertemuan tersebut akan dihadiri sejumlah pemimpin dunia untuk membahas langkah konkret dalam stabilisasi Gaza.

Pada hari yang sama, Sugiono juga bertemu Riyad Mansour di Kantor Perwakilan Palestina untuk PBB. Pertemuan itu membahas perkembangan implementasi Resolusi DK PBB 2803 (2025), termasuk rencana pembentukan struktur pemerintahan teknokratis di Gaza dan kemungkinan pembentukan International Stabilization Force.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono menyatakan kesiapan Indonesia untuk meningkatkan kontribusi, termasuk membuka peluang pengiriman pasukan penjaga perdamaian apabila diperlukan. Ia menegaskan bahwa dukungan Indonesia tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga dapat mencakup bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan rekonstruksi.

Mansour menyambut baik komitmen tersebut dan menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia menilai hubungan historis kedua negara menjadi landasan kuat kerja sama di forum internasional.

Pertemuan Board of Peace pekan ini juga melibatkan sejumlah negara yang aktif mendorong penyelesaian konflik Gaza, termasuk Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan.

Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut dinilai strategis untuk memastikan setiap keputusan tetap berada dalam kerangka hukum internasional dan upaya perdamaian yang berkelanjutan.


Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI.
Lebih baru Lebih lama