Pria Bersenjata Ditembak Mati Usai Coba Terobos Kediaman Trump

Foto: Mar-a-Lago, Palm Beach. FL, US (Jud McCranie/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

JAKARTA - Aparat Secret Service Amerika Serikat menindak tegas seorang pria bersenjata yang mencoba memasuki kawasan kediaman Presiden AS Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (22/2/2026) dini hari waktu setempat.

Peristiwa berlangsung sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Saat kejadian, Trump diketahui sedang berada di Washington.

Menurut laporan kantor berita AFP dan Al Jazeera, pria tersebut menerobos perimeter keamanan sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh petugas.

"Memasuki perimeter keamanan di Mar-a-Lago secara ilegal pagi ini," kata juru bicara agensi Anthony Guglielmi dalam sebuah unggahan di X.

Pihak Secret Service menyebut tersangka merupakan pria berusia awal 20-an. Ia terlihat membawa senapan dan jerigen bahan bakar saat berada di area gerbang utara properti tersebut.

"terlihat di gerbang utara properti Mar-a-Lago membawa apa yang tampak seperti senapan dan jerigen bahan bakar," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Petugas kemudian menghadang pria itu dan memberikan peringatan. Sheriff Palm Beach County, Ric Bradshaw, menjelaskan situasi tegang yang terjadi sesaat sebelum tembakan dilepaskan.

"Satu-satunya kata yang kami ucapkan kepadanya adalah 'jatuhkan barang-barang itu', yang berarti jerigen bensin dan senapan," kata sheriff Palm Beach County, Ric Bradshaw, kepada wartawan.

Namun peringatan tersebut tidak sepenuhnya dipatuhi.

"Saat itu dia meletakkan jerigen bensin, mengangkat senapan ke posisi menembak," kata Bradshaw. Seorang deputi dan dua agen Secret Service kemudian menembaknya.

Dalam insiden itu tidak ada anggota Secret Service yang mengalami luka. Otoritas juga memastikan tidak ada pihak yang berada dalam perlindungan Secret Service di lokasi saat kejadian berlangsung.

Pria tersebut dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Lebih baru Lebih lama